Latest News

Kuliah vs Google

Advertisement

Posting ini aku kutip dari sebuah essay yang ada di majalah sumberpost edisi xi 2008 yang ditulis oleh Taufik al Mubarak seorang mahasiswa Komunikasi penyiaran Islam "jika google bisa melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan seorang dosen di bangku kuliah, masihkah kita menganggap kuliah adalah segala-galanya ? Jika google lebih mampu membuat kita pintar, Haruskah kuliah menjadi pilihan kita ? ini dia lontarkan bukan semata-mata mengecilkan kuliah atau bangku pendidikan tapi untuk mengajak para mahasiswa untuk merenung, Untuk apa sebenarnya kuliah...?
Apa yang ditawarkan di bangku kuliah saat ini, hanya biasa-biasa saja tidak kenal warna akademisnya. Banyak mahasiswa yang kuliah hanya biasa-biasa saja, malah ada yang malas menyelesaikan kuliahnya (termasuk saya) he he. keinginan kita untuk kuliah sama sekali bukan untuk pintar, kita hanya malu sama temen-teman lain (sma) yang melanjutkan kuliah, atau malas berada di kampung,karena dianggap tidak modern, atau ingin suasana baru, yang berbeda dengan kampung sendiri. banyak keinginan kuliah yang didorong alasan biar nanti mudah untuk mendapatkan pekerjaan atau ingin jadi PNS, jika ini adalah keinginan kita. pilihan untuk kuliah terasa kurang tepat, harapan seperti ini janganlah terlalu muluk-muluk.kita pergi kuliah karena sekedar untuk mengantongi ijazah lalu dianggap sebagai orang berpendidikan, dan untuk bisa mendaftarkan pegawai negeri..
Kuliah tidak akan mengubah apapun jika kita tidak mengubah masa depan kita sendiri. kuliah adalah salah satu sarana untuk mengembangkan pengetahuan kita, atau hanya mengarahkan kemana kita yang kadang tidak sesuai dengan kebutuhan kita. karena sudah ketentuan akademik harus seperti itu.
kalau hanya untuk untuk pintar mesin pencari google lebih bisa membuat kita pintar daripada dosen kita, yang kadang-kadang dosen kitapun ketika akan mengajar membukak dulu mesin pencari google untuk mencari materi kuliah. 
mesin pencari google ibarat ibarat seorang profesor yang dapat membuat kita menjadi apa saja, google akan menjawab setiap pertanyaan kita, google tidak hanya menjawab atau memerikan satu prespektif saja. dia banyak menawarkan pilihan. terserah pada kita mau memilih yang mana.
jika google lebih dapat membuat hal-hal yang tidak dapat dilakukan dosen di bangku kuliah, masihkan kita menganggap kuliah adalah segala-galanya. Jika google lebih dapat membuat kita pintar, haruskah kuliah menjadi pilihan kita ?

Peringatan :

Terimah Kasih Telah Membaca Artikel Kuliah vs Google. Artikel Ini Dilindungi oleh DMCA.Jadi Jika Anda ingin Copas Artikel ini, Tolong Dengan LINK SUMBER

INI LINK SUMBER NYA :

thumbnail Title: Kuliah vs Google
Posted By :Santri Ndeso
Pada :2009-12-14T15:13:00+07:00
Rating : 3.5
Reviewer : 99 Reviews
Kuliah vs Google

3 komentar:

  1. masalahnya kita gak bakal dapet ijazah klo cuma ngegugel doang :D

    BalasHapus
  2. @ELM lah cuma itu kan masalahnya, la terus kita ini kuliah mau mencari ijazah, mau cari ilmu, biar kelihatan terpelajar, kita kembalikan pada diri kita masing-masing, thanks.

    BalasHapus
  3. Ijazah itu masalah mau fight di dunia formal atau informal, yang jelas lebih banyak uang berputar di luar dunia informal, jika kita bisa melihatnya...

    BalasHapus